Jumat, 09 Maret 2018

Don't Compare Yourself To Others


Tulisan ini aku dedikasiin buat diriku sendiri. Supaya aku bisa hidup tanpa harus sibuk membandingkan diriku dengan orang lain.

Selama ini, aku merasa bahwa hidupku biasa aja. Beda kayak mereka yg hidupnya luar biasa.

Diumurku yg udah memasuki kepala dua seperti sekarang, mestinya aku sudah bisa memenuhi kebutuhanku sendiri tanpa harus meminta lagi dari orang tua.

Tapi, beginilah hidup. Aku nggak tau bakal gimana kita kedepannya dan bakal jadi apa. Daun yg jatuh aja udah diatur begitupun dengan kehidupan kita kan ?

Kadang-kadang aku suka mikir, kenapa kita suka membandingkan diri kita dengan orang lain ? Padahal kita semua sama.

Sama-sama bernapas, sama-sama makan nasi, sama-sama berpijak disatu tanah, sama-sama menghirup udara yg sama dan sebagainya.

Hidup itu ribet, dan kita sendiri lah yg bikin hidup itu ribet.

Emang kita semua harus sama ya ? Enggak kan ?

Hei, keep think positive. Kamu gk harus sama dengan yg lain. Kita punya cara masing-masing untuk meraih apa yg kita inginkan.

Semua org punya takdir masing-masing bukan ? dan tentu saja masing-masing orang mempunyai jalannya sendiri untuk sukses.

Nggak usah banyak nuntut, terus saja berusaha, insya Allah jalan pasti ada..





Sabtu, 24 Februari 2018

Sade Village | Wisata Budaya di Lombok Yang Harus Dikunjungi


Desa Sade adalah salah satu dusun yang terletak di Rembitan, Pujut, Lombok tengah. Desa ini dikenal sebagai dusun yang masih sangat mempertahankan adat suku sasak.

Bagi kalian yg pengen kesini jaraknya cukup dekat dengan pusat kota Mataram, yaitu sekitar 40 km saja.

Jika kalian sedang berada di LIA (Lombok International Airport), kalian hanya butuhin waktu sekitar 20 menitan aja buat nyampe ke Desa ini.


Ketika kalian pertama kali masuk, kalian bakal langsung ngerasain begitu kentalnyaa budaya yg masih di terapkan disini.



Rumah-rumah yg dibangun masih sesuai sama tradisi lama, dan atap-atapnya pun masih menggunakan atap tradisional yg terbuat dari daun ilalang.



Disini, setiap rumah memiliki sesuatu yg akan di jual ke pengunjung yg datang ke Desa ini. Seperti kain tenun, gelang, kalung, tas, dream catcher, dan lain-lain. Mereka membuatnya sendiri dan kadang mengambil juga dari orang lain.


               

Disini kalian bisa nyobain menenun juga loh. Kayak kita-kita ini nih.



Menenun merupakan salah satu tradisi yang masih mereka pertahankan disini. Menenun bukanlah hal yang mudah, karna buat dapetin satu sarung tenun dibutukan waktu yg cukup lama guys yaitu sekitar sebulan. Waahh cukup lama juga ya.



Ohya, disini cukup banyak manula (manusia lanjut usia) yg masih aktif menjual dan juga menenun. Nih salah satunya Papuk ini nih. Papuk merupakan dialek local yg digunakan untuk memangil nenek seperti beliau.


Menurut penduduk setempat Papuk ini sudah berumur lebih dari 100 tahun guys, beliau tinggal dirumah yg kalo kita liat cukup kecil banget dan nggak ada kasur didalamnya.



Didepan rumahnya beliau juga menjual beberapa barang seperti kain dan juga gelang. Kalo kalian kesini mesti beli deh gelang jualan papuk ini, harganya cuman Rp.10.000 doang kok.


Disini bayak baget dijual kain-kain seperti dibawah ini. Harganya cuman Rp.50.000 an aja guys. Pokoknya kalo kalian kesini mesti beli deh, ngitung-ngitung mencintai produk lokal kita kan.




Oke mungkin itu aja cerita kami kali ini, sebenernya masih banyak spot yg belum kita kunjungin disini, pokoknya lain kali mesti kesana lagi. Kalian juga ya !!




Sabtu, 03 Februari 2018

Who Am I ?



Manusia hidup didunia tentu memiliki identitas dan mengetahui siapa dirinya. Meskipun demikian banyak dari kita yang belum benar-benar paham maksud dari mengenal diri sendiri.

Kita tentu aja udah tau siapa nama kita, tempat tinggal kita, hobi kita, makanan favorit kita, warna favorit kita dan lain sebagainya.

Tapi yang aku maksud tentang siapa kita itu bukan itu.

Sudah sejauh mana kita udah kenal sama diri kita sendiri ? tujuan kita hidup didunia ini apa sib ? Apakah cuman sekedar makan, minum, sekolah, tidur, dan nyari uang doang ? Kita bahkan nggak tau apa tujuan kita hidup didunia dan apa yang bakal kita lakuin setelah nanti kita tiada.

Masih banyak dari kita yang belum tau betapa pentingnya untuk mengenal diri kita sendiri. Karna pada hakikatnya mengenal diri sendiri adalah langkah awal kita untuk mengenal Tuhan kita yaitu Allah SWT sebagai Tuhan seluruh alam.

Dulu aku sempat mikir, kalo mengenal orang lain jauh lebih penting. Karna dengan mengenal orang lain kita jadi bisa bersosialisasi sama mereka dan juga bisa berteman sama mereka.

Tapi ternyata aku salah. Dan aku akhirnya sadar seharusnya sebelum aku kenal sama orang lain mestinya terlebih dahulu aku harus kenal sama diriku sendiri.

Mengamati diri kita sendiri, mengetahui hakikat pencipta kita, mengetahui peran dan kedudukan kita sebagai manusia ciptaanNya dan senantiaaa bersyukur kepada Allah SWT merupakan beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mulai mengenal siapa kita.

Dengan mulai mengamati siapa diri kita, kita akan tau tujuan kita diciptakan buat apa, dan juga dengan mengetahui hakikat pencipta kita agar kita senantiasa berada dijalan yang benar.

Megetahui peran dan kedudukan kita sebagai manusia ciptaanNya, seseorang yang mengenal dirinya akan mampu  akan mampu mengenal peran dan kedudukannya dimuka bumi sebagai khilafah atau pemimpin setidaknya bagi dirinya sendiri.

Bersyukur kepada Allah SWT, dengan bersyukur manusia akan mampu mengenal dirinya dengan baik dan juga Allah SWT. Dengan senantiasa bersyukur kepadaNya kita akan selalu menyadari kebesaranNya dan juga akan tau kalo kita sebenarnya bukanlah apa-apa.

Ingat, WITHOUT ALLAH WE ARE NOTHING !

Minggu, 31 Desember 2017

New Year


Menurut saya, perayaan tahun baru itu nggak penting, yang penting itu doanya bukan kembang apinya.

Sekarang, new year identik dengan hura-hura dan pesta kembang api yang katanya kekinian.

Aku bingung deh, ngerusak lingkungan itu kekinian ya ? bikin tidur orang nggak produktif itu kekinian juga ya ? Hmm.

Pada malam tahun baru, di Lombok, di Indonesia bahkan diseluruh dunia perayaan tahun baru selalu identik sama yang namanya kembang api.

Bayangin aja deh asap dari kembang api yang begitu banyak itu harus ditanggung sendiri sama bumi. Miris banget rasanya.

Bahkan setiap tahun baru juga jalanan bakalan macet, kadang aku ngerasa ngeri gitu, entah berapa banyak asap kendaraan yang terkumpul pada malam itu. 

Ohya, for your information guys, asap kendaraan merupakan salah satu kontributor terbesar Global Warming loh.

Perayaannya juga pas pukul 00.00, suara kembang api dan terompetnya besar banget, bayangin deh betapa kaget dan risihnya orang-orang yang lagi enak-enak tidur pas jam-jam itu. Bayangin aja kalo orang yg jantungan yang denger, kelar dah idupnya.

Oke segini aja opini singkat saya, sampe jumpa di opini-opini yang berikutnya. See you !!

Rabu, 27 Desember 2017

Merese, Bukit Teletubbies Zaman Now



Hai guys !!
Buat temen-temen yang ngerasa dirinya zaman old mana nih ? pasti tau kan serial Teletubbies yg sering ditayangin di Indosiar itu ? wkwk yg enggak tau berarti bukan generasi zaman old nih tapi zaman now. Haha


Sekarang saya bakalan ngenalin ke kalian sebuah bukit yang terletak di Lombok Tengah, NTB. Namanya bukit Merese. Jika kalian ingin kesini aksesnya cukup mudah dan jaraknya dengan kota Mataram hanya 50an km saja.


Buat kalian yang pengen bernostalgia dan pengen ngerasain gimana sih rasanya jadi Dipsy, Tingky winky, Laa- laa dan Po yang suka bermain di bukit yang hijau yang bikin kita waktu kecil suka ngayal pengen ke rumah mereka.

Nah, disini bisa ni guys buat ngejawab rasa penasaran kalian waktu zaman old dulu yang pengen ke bukit Teletubies, kayak kita-kita ini nih.


Di bukit Merese, kalian nggak hanya akan disuguhkan dengan pemandangan bukit yg hijau tetapi juga pemandangan birunya air laut yang menyegarkan mata.


Selain itu, langit dan awannya rasanya kayak berada diatas kepala kita, jaraknya terasa sangat dekat, sungguh tempat yang sangat mengagumkan.



Disini juga merupakan salah satu tempat foto yg hits loh guys, tempatnya kece dan nggak bakalan nguras kantong kalian. Kita cuman bayar tiket pas masuk doang itupun murah meriah banget dan kalo kalian pake sepeda motor bayarnya cuman Rp.5000 aja per motor.


Bagi temen-temen yang takut panas disaranin jangan kesini, soalnya mataharinya kayak ada dua, dan insya Allah kulit kalian bisa gosong dalam beberapa menit saja. Hahaha



Tapi, untuk dapat menikmati pemandangan sebagus disini emang butuh pengorbanan guys, kulit hitam bisa kembali bersih lagi tapi pengalaman selama kalian kesini nggak bakal mungkin terulang lagi.



Oke guys, akhirnya sampe disini tulisan tentang jalan-jalan kami kali ini, semoga buat kalian yang udah baca bisa kesini bareng temen dan juga keluarga kalian. Thanks for reading and see you di tulisan selanjutnya !!

C i t a - c i t a


Bagiku cita-cita itu abu-abu. Tidak hitam juga tidak putih. Sama kayak yang aku rasain pas SMA dulu.

Ketika temen-temen seangkatanku udah pada nentuin mau kemana dan ngambil jurusan apa, aku malah masih sibuk pantengin tv dan nonton serial kartun Spongebob kesukaanku.

Cita-cita, passion, ambisius, dan takdir. Seberapa tinggi cita-citamu, sebesar apapun keinginanmu dan sekuat apapun ambisimu bakalan kalah sama sesuatu yg bernama TAKDIR.

Takdir dan cita-cita itu ibarat jodoh. Kalo cita-cita kamu nggak terwujud, yah pastikan saja kalo kamu emang nggak ditakdirkan buat berada disitu.

Sulit. Yah memang sangat sulit ketika keinginanmu nggak sesuai sama apa yang kalian mau.

Saya dulu juga kayak gitu, semuanya diluar ekspestasi. Semuanya hancur dan aku merasa udah nggak punya harapan lagi.

Gagal, dilarang keluar NTB, jurusan yg saya pilih diluar passionku, pokoknya tahun itu adalah tahun terburukku.

Kecewa ? tentu saja. Kalo aku udah nggak bisa keluar NTB, berarti salah satu cara agar aku bisa menjadi lebih baik kedepannya yaitu harus bisa masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di NTB.

Semenjak saat itu aku mulai ngilangin sikap ego yg ada dalam diriku serta mulai mengurangi sikap ambisius dan mulai belajar untuk berpikir realistis.

-Bersambung..

Jumat, 10 November 2017

Konservasi Penyu Di Desa Kuranji Lombok Barat NTB


Hai guys !!
Bagi kalian Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Mataram yang udah selesai Midterm (mid semester) pasti seneng baget dong ya dapet libur, hmm walaupun cuman beberapa hari doang sih. 

Nah, dari pada hari libur cuman kalian ngabisin buat tidur dipulau kapuk alias dikos, yuk mari kita keluar mencari tempat baru dan pastinya bermanfaat juga.

Sekarang aku dan kakak-kakak ku bakal ngajak kalian ke Desa Kuranji, Lombok Barat NTB yang merupakan salah satu desa yang oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) dijadikan tempat konservasi penyu. 

Nggak cuman di Gili Trawangan aja loh yang ada konservasi penyunya, disini juga ada dan bahkan konservasi disini merupakan yang pertama di NTB loh guys. Waaahh keren yaa.


Akses untuk menuju ke Desa Kuranji ini  mudah banget guys soalnya tempatnya dekat baget sama pusat kota Mataram. Untuk menuju kesini kalian cuman butuh waktu 15 menit doang guys, cepet banget kan ?? iya dong.

Buat kalian yang baru kesana, kalo masih bingung tempat konservasinya dimana temen-temen bisa nanya aja ke warga disekitar jalan atau pake google maps ajalah biar kalian keliatan kayak kids zaman now gitu, hehehe

Pukul 12 siang kami akhirnya sampai ke tempat tujuan, matahari udah diatas kepala dan cuaca hari itu panas banget. Tapi walaupun gitu kami tetap semangat buat ketemu sama si Penyu dan si baby Penyu alias Tukik yang lucu dan ngegemesin banget.


Tuh, Penyunya lucu-lucu kan guys, jadi pengen dibawa pulang dan pengen melihara sendiri. Hmm eitss eitss, kalo kalian punya niat kayak gini mending dibuang jauh-jauh deh guys, kenapa ? soalnya Penyu itu salah satu hewan yang dilindungi guys apalagi sekarang kita lagi ditempat konservasinya bangkainya aja nggak boleh dibawa keluar dari area konservasi apalagi Penyunya, hmm bisa-bisa kita langgar pasal dan masuk penjara lagi. Ihhh ngeri kan guys.


Ini kita lagi sama Bapak Sinarap guys, beliau adalah salah satu warga yang dipercayakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menjaga dan merawat penyu-penyu dipenangkaran ini. Setiap pagi atau sore airnya diganti dan penyunya dikasih makan ikan rucah (ikan yg dipotong kecil-kecil) dan juga dedaunan kayak daun pepaya dan lain-lain. 

Ohya, Sebenernya disini ada kelompok tani penyunya guys dan Pak Sinarap merupakan salah satu dari kelompok-kelompok tersebut tapi kayaknya sekarang kelompok yang dibentuk tersebut kurang efektif, hmm sayang ya.


Ngobrol banyak tentang penyu bersama Bapak Sinarap, kita dapat pengetahuan baru serta pengalaman baru yang nggak ternilai deh. Pokoknya bagi temen-temen yang punya waktu luang dan bingung nyari tempat liburan edukatif dimana, gue saranin kesini aja soalnya emang seru banget sekalian kita juga bisa mengenalkan tempat-tempat yang seru dan asik kayak gini ke temen-temen dan orang-orang terdekat kita.





Akhirnya, setelah main-main bersama penyu dan ngobrong bareng Bapak Sinarap, kami memutuskan untuk balik, saat itu sekitar pukul 3 siang kalo nggak salah. Sebenarnya masih pengen berada lama-lama disana tapi perut kami nggak bisa kompromi saat itu.


Ini foto papan yang dimana ternyata nggak cuman orang Indonesia atau dari NTB aja yg udah kesini ternyata turis-turis dari Korea dan Jepang juga pernah kesini. Hmm kita nggak boleh kalah guys, ambil ransel kalian dan go kesana!! Hehehe. Pokoknya Kuranji itu seru!!
see you next time ya 😊